Sambangi Pesantren, Jokowi Ingatkan Jaga NKRI

Minggu, 13 Agustus 2017, 07:00:00 WIB - Peristiwa

Presiden Joko Widodo mengunjungi Pondok Pesantren Nurul Islam di Kelurahan Antirogo, Sumbersari, Jember, Jawa Timur, Sabtu (12/8). Dalam pidatonya di hadapan kiai dan santri, Presiden Jokowi mengingatkan perlunya menjaga kerukunan antar warga bangsa di Indonesia di tengah keberagaman. (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Presiden Joko Widodo kembali mengingatkan tentang keberagaman dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan betapa pentingnya menjaga persatuan negara ini. Ia mengingatkan, bahwa negara Indonesia ini adalah negara besar. Negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.

'Banyak orang tidak tahu, terutama orang-orang luar negeri, oleh sebab itu ini terus saya ulang-ulang setiap saya pergi ke negara-negara lain karena banyak yang belum tahu,' kata Presiden Jokowi, saat melakukan kunjungan kerja ke Pesantren Nurul Islam, Jatirogo, Jember, Jawa Timur, Sabtu (12/8) seperti dikutip setkab.go.id.

Jokowi mengingatkan, Indonesia memiliki 250 juta penduduk, atau nomor empat terbesar di dunia. 'Kita memiliki 17.000 pulau dari Sabang sampai Merauke dari Miangas sampai Pulau Rote, 17.000 pulau. Tidak ada di dunia ini negara memiliki pulau sebanyak Indonesia. Kita juga memiliki 516 kabupaten dan kota, 34 provinsi, 714 suku yang berbeda-beda, dan 1.100 lebih bahasa lokal beda-beda,' paparnya.

Tak hanya itu, Indonesia juga memiliki keberagaman dari sisi suku dan bahasa. 'Jawa Timur sama Jawa Tengah. Di Jawa Timur bagian Barat sama yang bagian Timur juga sudah berbeda lagi bahasanya. Berbeda-beda semuanya. Dari Sabang sampai Merauke, berbeda-beda semuanya. Di Sumatera Utara kan sukunya suku Batak, itu saja salamnya berbeda-beda,' ujarnya.

Karena itu, perbedaan ini harus dirawat dan dijaga dalam bingkai persatuan. 'Inilah negara kita Indonesia yang harus kita jaga kita rawat karena kita ini berbeda-beda, kita ini beragam, kita ini majemuk, berbeda agama, berbeda suku, hidup di pulau-pulau yang beda. Kalau kita tidak bersatu, kalau kita tidak rukun, ini yang berbahaya,' tegas Jokowi.

Jokowi menegaskan, dia akan terus mengingatkan hal tersebut dimanapun berada. 'Negara ini negara Indonesia negara besar. Kita harus rukun, kita harus bersatu, kita ini bersaudara,' paparnya.

Oleh sebab itu, lanjut Presiden, sangat penting untuk membangun ukhuwah Islamiyyah, membangun ukhuwah wathoniyah, dan yang pebih besar lagi membangun ukhuwah basariyah kita. 'Kalau ini tidak terus kita ingatkan, kita lupa negara ini negara yang sangat besar,' ujar Jokowi.

Dalam kesempatan itu, selain bersilaturahmi dengan para ulama dan santri, di Pondok Pesantren Nurul Islam, Presiden Jokowi juga melakukan peletakan batu pertama pembangunan masjid dan asrama putri. (mag)

Komentar