Menguak Peran Setya Novanto dan Anas Urbaningrum di Kasus E KTP

Rabu, 11 Januari 2017, 09:00:00 WIB - Hukum

Ketua DPR Setya Novanto (tengah) berjalan keluar gedung KPK seusai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Selasa (10/1). Setya Novanto diperiksa sebagai saksi terkait dugaan korupsi pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). (ANTARA)

FOLLOW THE MONEY - Terkait tudingan Nazaruddin soal adanya pertemuan dan bagi-bagi uang fee e-KTP, Novanto memang telah membantahnya. "Itu tidak benar. Ya, itu nggak benar," kata Novanto, saat diperiksa pada Selasa, 13 Desember 2016 lalu.

Meski begitu, Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan, tujuan pemeriksaan tujuan penyidik kembali meminta keterangan Novanto adalah untuk mengembangkan informasi yang dimiliki KPK. Penyidik sedang merunut skema aliran uang dalam kasus tersebut. "Seperti saya bilang lho, follow the money selalu dilakukan," imbuh Agus.

Selain memeriksa Novanto, KPK juga memeriksa mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum terkait dengan kasus ini. Anas diperiksa sebagai saksi. "Saksi atas nama Anas Urbaningrum diperiksa untuk tersangka S (Sugiharto)," ujar Febri Diansyah.

Sama seperti Novanto, nama Anas juga muncul dari "nyanyian" Nazaruddin. Dia menyatakan ada dugaan permainan dalam pengadaan e-KTP. Sejumlah nama dia sebut, dari tingkat eksekutif hingga legislatif.

Anas sendiri diperika sejak pukul 15.00. Setelah kurang-lebih 5 jam diperiksa, Anas Urbaningrum keluar dari gedung KPK. Anas mengaku ditanyai penyidik soal hal-hal yang butuh konfirmasinya. "Hal-hal yang dikonfirmasilah. Hal-hal yang saya tidak tahu, ya saya jelaskan bahwa saya tidak tahu," ujar Anas di gedung KPK.

Anas juga sedikit berkomentar soal pemeriksaannya tadi dan tudingan Nazaruddin kepada dirinya yang disebut ikut membahas proyek e-KTP dan mendapat keuntungan. Anas dengan tegas membantah tuduhan Nazaruddin tersebut. "Kalau itu kan jelas tidak benar, toh. Kalau keterangan dia sejauh menyangkut saya jelas sangat tidak kredibel," ujarnya.


Baca selanjutnya: 1 2 3

Komentar