Polisi Sebut Inisial AA, Netizen Sebut Amel Alvi

Dengan dalih menjaga keamanan para saksi, Polres Jakarta selatan yang menangani kasus prostitusi online yang di kelola  Robby Abbas alias Obie ini, tetap membungkus rapat-rapat identitas para pelaku prostitusi.

Post Image
Sejumlah wanita Solo membawa spanduk bertuliskan Stop Prostitusi Online saat kampanye di Jalan Slamet Riyadi, Solo, Jawa Tengah, Minggu (10/5). Kampaye itu menyusul tertangkapnya kegiatan bisnis prostitusi yang melibatkan artis diduga Amel Alvi.

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Dengan dalih menjaga keamanan para saksi, Polres Jakarta Selatan yang menangani kasus prostitusi online yang dikelola  Robby Abbas alias Obie ini, tetap membungkus rapat-rapat identitas para pelaku prostitusi. Bahkan polisi yang semula  mengakui seorang wanita pelaku prostitusi yang tertangkap adalah seorang artis, model majalah dewasa dan DJ, belakangan enggan membeberkan identitas yang bersangkutan dan hanya menyebut identitas perempuan tersebut dengan inisial AA.

Namun meski polisi menutup rapat, foto-foto pemeriksaan penyidik dengan perempuan berinisial AA telah beredar luas. Perempuan itu diidentik dengan  artis majalah dewasa Amel Alvi. Sehingga di Twitter pun ramai perbincangan soal artis Amel Alvin

Bahkan tak sedikit netizen yang meyakini bahwa perempuan tersebut adalah Amel Alvi. Mereka juga memastikan baju yang dikenakan AA saat menjalani pemeriksaan sama dengan unggahan foto terakhir di twitternya @amelalvi28. Hanya saja dalam twit pemilik akun @amelalvi28 itu  menjadi pelaku prostitusi dan tengah diperiksa penyidik.

Dalam penyidikan kasus ini Polres Jakarta Selatan menjadwalkan mengirimkan surat pemanggilan terhadap sejumlah saksi terkait penangkapan Robby Abbas yang disebut berstatus sebagai mucikari para pekerja seks Komersial (PSK) dari berbagai kalangan profesi pada Senin (11/5).

Saksi tersebut nantinya akan dimintai keterangan terkait kasus prostitusi online yang melibatkan germo, RA (Robby Abbas) alias Obie dan AA, salah satu dari 200 koleksi pekerja sek komersial (PSK) di bawah pengelolaan RA.

Kasat Reskrim Polres Jaksel, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Audie Latuheru, mengatakan, saksi yang akan dipanggil diantaranya para perempuan yang menjadi PSK di bawah kendali RA. Termasuk sejumlah pelanggan yang disebut RA sebagai pengguna jasanya. Bahkan, kata dia, AA bisa saja turut akan diperiksa kembali.

"Untuk hari Senin, kita akan kirimkan surat panggilan untuk beberapa saksi yang ada di daftar 200 nama itu sebagai saksi," kata  Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Audie Latuheru, di Mapolres Jakarta Selatan, Minggu (10/5). Namun Audie tidak bersedia mengungkap identitas siapa saja yang akan dipanggil sebagai saksi tersebur. Alasannya, selain karena penyidik masih memerlukan penyidikan lebih lanjut, juga untuk menjaga keamanan para saksi.

RA mucikari yang memasok perempuan dengan tarif Rp80 hingga 200 juta sebelumnya ditangkap Polres Jaksel di sebuah hotel bintang lima bersama seorang berinisial AA saat melakukan praktik prostitusi Jumat (8/5). RA sendiri sudah ditetapkan sebagai tersangka dengan sangkaan Pasal 296 dan Pasal 506 KUHP dengan hukum 1 tahun 4 bulan. Namun siapa AA yang sempat diamankan sebelum kemudian dilepas, Audie juga tidak bersedia mengungkap identitasnya.

Menurut Audie, langkah itu diambil untuk meminimalisir adanya sanksi sosial terhadap PSK yang saat ini masih berstus saksi. Ia juga tidak bersedia mengungkap apa profesi keseharian AA. "Identitas apa pun bagi saksi untuk sementara tidak bisa diungkap," terangnya.

Untuk memastikan inisial tersebut, Gresnews.com menghubungi Omar yang disebut Amel Alvi di @ amelalvi28 sebagai manajernya. Namun nomor yang tertera di akun twitter tersebut tidak aktif.