Tidak Ada Dampak, Kata ADRO Saat Salah Satu Manager Grupnya Ikut Diborgol KPK

"Tidak ada dampak apa pun bagi perseroan." Begitu klaim Adaro, sehari setelah namanya diseret dalam kasus suap restitusi pajak Rp48,3 miliar.

Padahal, Mulyono Purwo Wijoyo, Kepala KPP Madya Banjarmasin, duduk di kursi paling dipercaya negara, pemeriksa pajak. Diam-diam, ia komisaris di 12 perusahaan lain. November 2025, ia temui Venasius Jenarus Genggor, Manajer Keuangan PT Buana Karya Bhakti, bagian dari Grup Adaro.

Ia bisik satu kata: "apresiasi". Rp1,5 miliar disepakati. Sebulan kemudian, restitusi PPN Rp48,3 miliar cair mulus, dibantu Dian Jaya Demega, fiskus tim pemeriksa. KPK OTT, sita emas 1,3 kg.

Tiga orang diborgol, uang haram disita tapi Sekretaris Perusahaan ADRO Maharani Cindy Opssedha tetap tenang: katanya, tak ada yang berubah.

Di negeri ini, kata "apresiasi" ternyata lebih sakti dari audit manapun.