Saat Banyak yang Cemas Akan Kiamat, Suku Maya Malah Tak Percaya
"Bagi saya itu hanya seperti hari-hari lainnya," katanya.
MEKSIKO - Ribuan penggila mistik, pemimpi era New Age dan penggemar buaya pra-Hispanik datang ke Meksiko dengan harapan menyaksikan hal-hal besar yang mungkin terjadi pada hari yang disebut sebagai "akhir dunia" pada fajar Jumat esok (21/12), seperti yang terdapat dalam kalender Suku Maya, demikian dilansir telegraph.co.uk, Rabu (19/12).
Saat itu semua terjadi, banyak dari etnis Maya justru tidak terlalu peduli dengan hal tersebut, dan heran melihat wisatawan asing yang berkunjung ke kota-kota kuno di Meksico.
Vera Rodriguez (29), seorang keturunan Suku Maya di Izamal, menganggap keributan akibat penafsiran kalender suku Maya tersebut sebagai sesuatu yang buruk bagi masyarakat. "Ini psikosis, iseng-iseng," kata Vera. Saat Vera bicara, di kedua anaknya bermain di ruang tamu yang dihiasi pohon Natal dan patung Santa Claus.
Julian Nohuicab (34), seorang etnis Maya yang bekerja di reruntuhan kota kuno Coba, juga tidak memandang istimewa hari yang disebut dalam kalender itu. "Bagi saya itu hanya seperti hari-hari lainnya," katanya.
Socorro Poot (41), seorang ibu rumah tangga di di Holca juga senada dengan Julian dan Vera. "Tidak ada yang tahu, hanya Tuhan yang tahu," katanya.
