Kurangi sapi impor, Indragiri Hulu dirancang jadi sentra ternak Riau
“Kita komitmen bangun sentra ternak Riau bagian selatan di Inhu karena berbagai potensi yang sudah ada."
Rengat - Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) akan dijadikan salah satu sentra ternak di Provinsi Riau bagian selatan, karena Kabupaten Inhu memiliki potensi pengembangan ternak sapi dan kerbau serta memiliki sarana penunjang seperti pasar ternak dan rumah potong hewan (RPH).
Kepala Dinas Peternakan Provinsi Riau, Drh Askardya R Patrianov menegaskan hal tersebut saat membuka pelatihan bagi kader inseminasi buatan (IB) se Provinsi Riau di Desa Kuantan Babu Kecamatan Rengat. Dimana pelatihan tersebut diikuti 18 orang perwakilan dari 11 kabupaten/kota di Riau.
“Kita komitmen bangun sentra ternak Riau bagian selatan di Inhu karena berbagai potensi yang sudah ada. Saat ini tergantung kesiapan Inhu untuk mengemasnya sehingga bisa tercapai ” tegas Patrianov.
Dijelaskannya, jika Kabupaten Inhu dapat dijadikan sentra ternak di Riau bagian selatan, maka akan mengakomodir peredaran ternak yang ada di Kabupaten Pelalawan, Kuansing dan Inhil.
Jika sudah dijadikan sentra ternak Riau bagian selatan, tentu berbagai program dari APBN di bidang peternakan akan di arahkan ke sana ” ujarnya.
Ditambahkan Patrianov, langkah mewujudkan Kabupaten Inhu sebagai sentra ternak Riau bagian selatan merupakan upaya mengejar target swasembada daging sapi dan kerbau secara nasional pada tahun 2014.
“Secara nasional populasi sapi dan kerbau hanya 14 ribu ekor sehingga ketergantungan terhadap daging impor mencapai 30 sampai 40 persen. Sedangkan di Riau populasi sapid dan kerbau hanya 160 ribu ekor, padahal kebutuhan mencapai 500 ribu ekor ” ungkapnya menambahkan.
Karena itu berbagai upaya terus dilakukan Dinas Peternakan Riau guna mensukseskan program nasional swasembada daging tersebut. “Selain Inhu, ada beberapa kabupaten di Riau yang akan kita jadikan sentra ternak, salah satunya Rokan Hulu ” ucapnya seperti dilansir riau.go.id.
(Mac)
