Bayangin beli 10 GB tapi baru pakai 9 GB, sisanya hilang begitu saja. Ini bukan bug. Ini sistem. Di ruang sidang Mahkamah Konstitusi, Guntur Hamzah menyuarakan kegelisahan yang sama dengan jutaan pengguna.
“Beli Rp25 ribu untuk 10 GB tapi belum habis, sudah hangus.” Masalahnya bukan sekadar kuota. Ini soal: apakah yang kita beli itu barang… atau jasa? Dari sisi masyarakat, ini jelas barang. Seperti listrik. Sudah dibayar, ya jadi milik kita.
Tapi operator punya cerita lain. Menurut perwakilan Indosat Ooredoo Hutchison, layanan tanpa batas waktu bisa bikin jaringan kacau… bahkan berpotensi menaikkan tarif. Data mereka bicara: 95% pelanggan masih pilih paket dengan batas waktu.
Artinya, sistem ini memang dipilih. Atau mungkin tidak pernah benar-benar diberi pilihan? Jadi, yang hangus itu sebenarnya kuota… atau hak kita sebagai pengguna? Karena mungkin selama ini, kita tidak kehilangan data kita hanya terbiasa kehilangan tanpa bertanya.
