Dipanggil Polisi: Green SM di Balik Tragedi 16 Nyawa?

Senin depan, satu perusahaan akan dimintai jawaban atas tragedi yang menewaskan 16 orang. 27 April 2026, malam di Bekasi. Sebuah taksi listrik milik Green SM berhenti di perlintasan tanpa palang.

Beberapa detik kemudian—KRL menghantam. Belum selesai. Gangguan jalur membuat kereta berhenti. Lalu datang Argo Bromo Anggrek dari belakang. Tabrakan kedua tak terhindarkan.

Data sementara: 16 orang meninggal dunia. Sekitar 90 orang luka-luka.Kasus ini kini bergeser. Bukan sekadar kecelakaan tapi investigasi. Polisi menjadwalkan pemeriksaan manajemen Green SM pada Senin mendatang.

Kementerian Perhubungan ikut mengevaluasi operasional. Publik mulai bertanya: Apakah ini murni musibah… atau ada kelalaian sistem? Karena dalam banyak tragedi, yang diadili bukan hanya kejadian di lapangan tapi keputusan-keputusan yang dibuat jauh  sebelum itu terjadi.