Benarkah sejumlah jenderal polisi diamankan karena dugaan penyadapan Presiden? Kabar ini mengguncang Mabes Polri, tetapi jawaban resminya justru menyisakan teka-teki!
Informasi yang beredar menyebut sejumlah perwira dibawa ke Mako Brimob Kelapa Dua, Depok. Bahkan, muncul kabar seorang jenderal bintang empat berinisial L ikut diperiksa. Namun, Kadiv Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, belum membenarkan informasi tersebut.
Ia menjanjikan penjelasan lebih lanjut. Di tengah kegaduhan, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menerbitkan telegram mutasi 264 perwira tinggi dan menengah, tertanggal 2 November 2026. Tetapi, belum ada bukti bahwa mutasi tersebut berkaitan dengan isu pemeriksaan.
Dalam institusi yang memegang rahasia keamanan negara, justru ketidakjelasan informasi bisa menjadi krisis kepercayaan terbesar. Jika benar ada penyadapan, siapa yang memerintahkan dan untuk kepentingan siapa? Jika tidak, siapa yang bertanggung jawab atas rumor sebesar ini?
