Dana Bencana Dipakai Beli Saham Rp31 Miliar, Ruang Kepala BNPB Digeledah!

Dana darurat bencana yang harusnya menolong korban, justru mengalir ke pasar saham senilai hampir Rp31 miliar.

KPK mengungkap adik kandung mantan Kepala BNPB, Bima Setiawan, memanfaatkan dana siap pakai kebencanaan untuk membeli 150,4 juta lembar saham PT Medela Potentia lewat perusahaan terafiliasi, PT Alfa Veritas Energizer—senilai Rp30,98 miliar.

Plt Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, mengungkap modusnya: BNPB menunjuk langsung vendor-vendor yang diduga terafiliasi dengan Bima, dengan total nilai pengadaan mencapai Rp148 miliar. KPK bahkan telah menggeledah ruang kerja mantan Kepala BNPB sendiri, Letnan Jenderal TNI Suharyanto, selama dua hari berturut-turut.

Karena menyangkut TNI aktif, KPK kini resmi berkoordinasi dengan Puspom TNI—bahkan sudah menjelaskan posisi Suharyanto secara langsung ke penyidik militer.

Uang untuk korban bencana ternyata bisa berubah wujud jadi lembar saham—sementara yang menanti bantuan di lapangan masih menunggu.