Amplop berisi dolar Singapura sampai ke tangan seorang menteri. Tapi saat dikembalikan, jumlahnya ganjil — ada yang menguap begitu saja.
Bupati Kuantan Singingi nonaktif Suhardiman Amby diduga mengumpulkan 14.000 dolar Singapura dari petani anggota koperasi unit desa. Uang itu diduga dititipkan lewat amplop kepada Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, demi memuluskan izin pelepasan kawasan hutan produksi terbatas.
Sang menteri mengaku menerima amplop itu saat audiensi resmi, lalu langsung memerintahkan pengembaliannya. Tapi Komisi Pemberantasan Korupsi menghitung ulang yang kembali cuma 12.000 dolar Singapura.
Selisih 2.000 dolar itu tak pernah ditemukan, dan kini memaksa penyidik menelusuri sampai ke jantung Kementerian Kehutanan.
Uang bisa dikembalikan kapan saja. Tapi kepercayaan publik, sekali bolong, tak semudah itu ditambal.
