Serda Ahmad Tewas Diduga Dianiaya 4 Senior Gara-Gara Semangkuk Mi

Semangkuk mi kuah. Itu diduga jadi alasan kenapa Serda Ahmad Muzammil Farisa, 22 tahun, dipukuli sampai tak bernapas.

Malam itu Rabu, 9 September 2026, di mes Mabes TNI AU. Ahmad, bintara psikologi yang baru 1,5 tahun bertugas, diduga salah membelikan pesanan mi untuk seniornya. Pukul 11 malam, penganiayaan dimulai.

Sempat berhenti. Lanjut lagi jam 1 dini hari — kali ini oleh empat senior sekaligus. Kamis paginya, kabar yang sampai ke ayahnya, Toni Eko Prasetyo, cuma satu kata: kecelakaan. Baru belakangan, cerita sebenarnya terungkap — lebam di dada, benturan di dagu, luka yang tak cocok sama sekali dengan cerita "kecelakaan".

Kadispenau Marsma I Nyoman Suadnyana janji usut tuntas — tapi janji itu datang setelah jenazah Ahmad sudah dikubur di Magetan.

Nyawa anak pertama dari tiga bersaudara, harganya cuma semangkuk mi yang katanya salah pesan