Ratusan santri jatuh sakit setelah makan makanan yang katanya "bergizi" dari negara. Bagaimana bisa program yang seharusnya menyehatkan malah meracuni ratusan anak?
Di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggul Angin, Sidoarjo, 512 santri diduga keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis. Delapan puluh masih dirawat di rumah sakit, seratus dua puluh lainnya diobservasi.
Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional, Ketut Sumedana, mengakui dapur penyedia yakni SPPG Talang Angin langsung di-suspend kategori berat, kepala dapurnya dicopot.
Modusnya diduga bukan kebetulan: puluhan dapur SPPG di Sidoarjo disebut beroperasi tanpa izin resmi, rawan mengabaikan standar higienitas demi mengejar target distribusi.
Program yang katanya untuk menyelamatkan gizi anak bangsa, justru nyaris mengantarkan mereka ke ranjang rumah sakit.
Gratis itu murah di kertas anggaran, tapi mahal kalau yang dipertaruhkan nyawa anak-anak kita sendiri.
