Dirantai 21 Hari, Lalu Dibungkam Rp 1 Miliar, Siapa yang Sebenarnya Melindungi Siapa?

Tiga pekerja dirantai 21 hari, dipaksa minum air keran. Tapi yang paling mengerikan bukan penyekapannya, melainkan siapa yang datang setelahnya.

Tegar Saputra dan dua rekannya dituduh mencuri limbah, barang yang sebenarnya bukan milik siapa-siapa. Mereka diarak seperti penjahat, tanpa proses hukum, tanpa makan layak.

Ayahnya cuma pedagang es keliling, menangis melihat anaknya diperlakukan seperti binatang. Ketika kuasa hukum bernama Petrus turun tangan dan mulai membongkar kasus ini, tekanan justru datang bertubi-tubi.

Uang Rp 20 juta ditawarkan lebih dulu. Lalu naik. Terus naik. Sampai menyentuh angka Rp 1 miliar, dari orang yang mengaku aparat kepolisian. Semua demi satu permintaan: diam.

Petrus menolak seluruh tawaran, dan justru dari situ penyidik menemukan sesuatu yang lebih gelap, bahwa Tegar dan kawan-kawan ternyata bukan korban pertama di tempat itu.

Ada yang lebih murah dari nyawa manusia rupanya, yaitu harga diam. Tapi untungnya, tidak semua orang punya harga.