Tan Malaka : Bapak Republik yang Dihapus Sejarah

Dijuluki Bapak Republik, tapi justru dieksekusi tanpa pengadilan… inilah kisah Tan Malaka.

Lahir tahun 1897 di Sumatra Barat, ia sekolah di Belanda, aktif di gerakan buruh, dan menulis Naar de Republiek Indonesia jauh sebelum kemerdekaan.

Ia juga mendirikan sekolah rakyat dan menulis Madilog, buku yang mengajarkan bangsa ini berpikir logis dan kritis.

Tan Malaka bukan sekadar penulis, tapi pejuang gerilya yang sempat dianggap calon pemimpin republik.

Namun gagasannya dianggap ancaman, ia dituduh komunis, dan akhirnya ditembak mati pada 1949.

Ironinya, seorang yang menulis tentang logika dan kemerdekaan justru dikubur dalam sunyi bangsanya sendiri. Sejarah, memang lebih sering ditulis oleh yang berkuasa… daripada oleh yang benar.