ISIS Eksekusi Puluhan Kristen Koptik

ISIS menyatakan eksekusi tersebut adalah pembalasan atas penganiayaan pada perempuan muslim yang dilakukan oleh tentara Koptik di Mesir.

Post Image
Konvoi pasukan ISIS (theguardian.com)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Kelompok militan yang menyebut dirinya Negara Islam Irak Suriah (ISIS) merilis sebuah video pemenggalan 21 orang penganut Kristen Koptik asal Mesir yang mereka tangkap sebelumnya. Para korban menggunakan baju berwarna oranye dengan tangan yang terborgol.

Video ini juga menunjukkan pengaruh ISIS telah menyebar tidak hanya di daerah Irak dan Suriah yang menjadi basis mereka, namun telah mencapai Libya. Para pekerja asal Mesir di Libya itu diculik dari kota pantai Sirte, di Libya timur, yang sekarang sudah dikuasai kelompok militan Islam.

Dalam rekaman video berjudul "pesan berdarah untuk negara salib" menunjukkan para korban mengenakan pakaian tahanan ISIS berwarna oranye, berlutut sebelum dipenggal. Video itu diduga ditujukan kepada gereja Mesir.

Berbicara dalam bahasa Inggris, ISIS menyatakan eksekusi tersebut adalah pembalasan atas penganiayaan pada perempuan muslim yang dilakukan oleh tentara Koptik di Mesir.

Presiden Mesir, Abdel Fatah al-Sisi, sudah mendesak agar diadakan pertemuan Dewan Keamanan Nasional untuk membahas situasi dan menyatakan hari berkabung nasional selama tujuh hari.

Pekan lalu, Presiden al-Sisi juga sudah menawarkan angkutan udara bagi semua warga Mesir yang ingin meninggalkan Libya. Pemerintah Mesir pun memperingatkan warganya untuk tidak melakukan perjalanan ke Libya namun banyak yang mencari kerja ke negara itu.

Video tersebut muncul beberapa hari setelah ISIS merilis video pembunuhan yang disertai pembakaran hidup-hidup pilot pesawat tempur F-16 Yordania, Maaz al-Kassasbeh. Video itu kemudian menuai reaksi dari masyarakat internasional.

Kecaman pun mengalir atas aksi brutal ISIS tersebut. Al-Azhar Mesir mengecam keras tindakan kelompok ISIS mengeksekusi 21 pekerja Kristen Koptik Mesir di Libya. Seperti dikutip pres tv menyebutkan Al-Azhar menerima berita eksekusi sekelompok warga Mesir yang tidak bersalah dengan penuh rasa sedih dan duka.

"Al-Azhar menekankan bahwa tindakan keji tersebut tidak ada hubungannya dengan agama atau nilai-nilai kemanusiaan," kata badan Muslim Sunni tertinggi dalam sebuah pernyataan Ahad (15/2), waktu setempat.

Sementara partai bentukan salafy Mesir, An-Nur, juga mengecam pembunuhan puluhan warga Koptik korban penculikan ISIS. Sekjen Partai An-Nur Jalal Murra menegaskan bahwa kelompok bersenjata itu tidak ada hubungannya dengan Islam. Tindakan ISIS tersebut merupakan aksi kriminal dan berangkat dari kebencian mereka terhadap Mesir, lansir kantor berita MENA.

Murra menyeru agar pemerintah Mesir segera bertindak "sebelum terlambat",  mendesak rakyat Mesir dan pemerintah bersatu dalam menghadapi rencana buruk terhadap negara mereka.

Selain itu, Gereja Koptik Ortodoks Mesir mengatakan mereka yakin bahwa yang dieksekusi ISIS di Libya adalah warga Koptik Mesir dan mereka menuntut para pelaku untuk dihukum. "Gereja Ortodoks tidak akan tenang sampai pelaku kejahatan mendapatkan balasan atas untuk kejahatan yang mereka lakukan," kata gereja Koptik dalam sebuah pernyataan di halaman Facebook-nya.

Pengaruh ISIS terus meluas hingga Libya yang berada dalam kondisi kacau sejak pemimpin mereka Muammar Gaddafi digulingkan tiga tahun lalu. Kekuasaan sementara Libya gagal mengendalikan keadaan dan mendapatkan perlawanan dari militan yang menggulingkan sang pemimpin.

Kondisi ini sangat cocok bagi ISIS untuk berkembang. Januari 2015 lalu sebuah ledakan bom bunuh diri terjadi di hotel di Tripoli. Ledakan itu menewaskan sembilan orang. Serangan ini diduga dilakukan kelompok Ansar Al Sharia yang berbasis di Derna. Kelompok ini telah menyatakan bergabung dengan ISIS pada Oktober 2014. (berbagai sumber)