Kenapa seorang tersangka justru memilih membuka 41 nama dan membongkar dugaan proyek CCTV Rp300 miliar? Apa yang sebenarnya sedang ia selamatkan?
Mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, kembali diperiksa Kejaksaan Agung sambil mengajukan diri sebagai justice collaborator. Dari 26 nama, daftar itu bertambah menjadi 41 nama yang kini sedang diuji penyidik.
Tak berhenti di situ, melalui kuasa hukumnya, Sony juga mengungkap dugaan proyek pengadaan CCTV dan sistem sidik jari senilai lebih dari Rp300 miliar yang disebutnya berpotensi fiktif. Saat diminta menunjukkan lokasi pemasangan, vendor disebut tak mampu membuktikannya.
Namun, Kejaksaan menegaskan seluruh pengakuan dan daftar nama tersebut masih didalami dan harus dikonfirmasi dengan alat bukti lain, sehingga belum dapat dianggap sebagai pihak yang bersalah. Mungkin yang paling berbahaya bukan orang yang berbicara, melainkan bukti yang mulai ikut bicara.
