"Aku ingin bisa memberi manfaat untuk semua orang"
"Aku ingin benar-benar bisa membantu banyak orang, jadi bukan hanya di lingkungan pertemanan seperti mendengarkan curhat teman. Tapi aku ingin bisa menawarkan uluran tangan ke semua orang, dan dari berbagai kalangan," ucap pemilik nama lengkap Camilia Salsabilla saat berbincang bersama gresnews.com, di Jakarta, beberapa waktu lalu.
TAK banyak gadis seusianya yang mau repot memikirkan kesulitan hidup orang lain. Namun, hal itu tidak berlaku bagi Chacha. Ya, gadis belia yang masih duduk di bangku kelas 11 SMUN 78 Jakarta, itu mau peduli terhadap nasib sesamanya.
"Aku ingin benar-benar bisa membantu banyak orang, jadi bukan hanya di lingkungan pertemanan seperti mendengarkan curhat teman. Tapi aku ingin bisa menawarkan uluran tangan ke semua orang, dan dari berbagai kalangan," ucap pemilik nama lengkap Camilia Salsabilla saat berbincang bersama gresnews.com, di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Lantas, apa saja sih kegiatan sosial yang dimaksudnya?
"Aku adalah Vice President Teens for Jeans Indonesia," ucapnya.
Ini adalah organisasi kalangan muda yang didukung oleh sebuah lembaga nirlaba, Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB). Kegiatan organisasi ini adalah mengumpulkan celana jeans bekas yang masih layak pakai untuk dijual kembali dengan banderol harga dibawah Rp100 ribu. Hasil penjualannya itulah yang kemudian diberikan kepada kalangan tidak mampu.
"Program ini sebelumnya sudah dilakukan di sejumlah negara di dunia, dan diawali di Amerika Serikat. Untuk di Indonesia, program ini baru berjalan dua tahun," kata Chacha.
Tak berhenti di situ saja. Dara manis kelahiran 1 Maret 1996 itupun ikut menggagas sebuah organisasi yang dinamai Food For Them yang akan mulai dijalankan Juli mendatang. "Organisasi ini bertujuan memberikan makanan kepada mereka yang memang berasal dari kalangan tidak mampu," kata dia.
Selain kepedulian sosial yang tinggi, prestasinya di bidang penguasaan bahasa asing pun cukup membanggakan. Betapa tidak, Chacha merupakan peserta termuda di ajang ASEAN English Olympics 2012. "Saat itu umurku masih 15 tahun, sementara peserta lain rata-rata berusia di atas 20 tahun," ujarnya.
Penguasaan bahasa Inggris sudah mulai terlihat sejak usianya masih sangat belia. Saat masih di bangku kelas III SD, Chacha mampu menempati urutan ke tiga di lomba News Reading yang diadakan oleh SD Bakti Mulya 400. Di kelas V SD, dia bahkan mampu menyabet posisi pertama di ajang serupa. "Padahal, sebetulnya itu adalah lomba untuk tingkat SMP," ucapnya.
Belum lama ini, Chacha juga berhasil menempati urutan tiga teratas dalam kejuaraan News Reading in Binus International English Competition yang diselenggarakan oleh Universitas Bina Nusantara.
Agaknya, segudang aktivitas itu masih belum cukup untuknya. Chacha pun ingin merambah dunia modelling. Dengan berbekal pengalamannya unjuk kebolehan di depan kamera, Chacha optimis dia mampu terjun ke dunia fashion selebritas itu. "Sekarang aku sudah masuk ke salah satu management entertainment. Tapi, aku harus menurunkan berat badan lagi agar mencapai ukuran yang ideal," ucap Chacha.
Gadis berkulit sawo matang ini bercita-cita untuk kuliah di salah satu kampus kondang di dunia, Universitas Al Azhar di Kairo, Mesir. "Aku berminat kuliah di sana. Selain karena nama besar kampusnya, di sana juga ada kedua orangtuaku," ucap dara yang kini tinggal bersama kakek dan neneknya di bilangan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Ya, kedua orangtuanya kini menetap di Mesir. "Papaku adalah warga negara Mesir, sedangkan mamaku orang Sumatera keturunan Belanda," ucap gadis yang pernah membintangi tiga seri Sinetron Bajaj Bajuri itu.
