Jutaan mobil di-Recall, kiat produsen otomotif atasi "produk gagal"

SUZUKI Motor Jepang mengumumkan penarikan sekitar 109 ribu mobil subkompak Swift di seluruh dunia. Separuh mobil berada di Jepang, untuk memperbaiki cacat (kerusakan) yang dapat menyebabkan kebocoran bensin. Mobil-mobil tersebut diproduksi antara September 2010 hingga April 2012 lalu. Sekitar 55.146 unit dikirim ke pasar domestik dan 53.801 lainnya diekspor ke luar negeri seperti Australia, Meksiko, dan Eropa.

Post Image
Peluncuran Suzuki Swift (Foto: sify.com)

SUZUKI Motor Jepang mengumumkan penarikan sekitar 109 ribu mobil subkompak Swift di seluruh dunia. Separuh mobil berada di Jepang, untuk memperbaiki cacat (kerusakan) yang dapat menyebabkan kebocoran bensin.

Mobil-mobil tersebut diproduksi antara September 2010 hingga April 2012 lalu. Sekitar 55.146 unit dikirim ke pasar domestik dan 53.801 lainnya diekspor ke luar negeri seperti Australia, Meksiko, dan Eropa, kata juru bicara perusahaan seperti dilansir Behind The Wheel.

Suzuki tidak sendirian. BMW AG melalui perwakilan resminya di tanah air, BMW Grup Indonesia juga melakukan penarikan kembali mobil-mobilnya dari pasaran. Permasalahan pada aki mobil disinyalir sebagai penyebab dari recall ini.

Sebanyak 1.280 unit mobil-mobil BMW yang terdiri dari BMW seri 5 dan seri 6 dengan tahun produksi 2003 sampai 2009 diundang untuk mendatangi dealer-dealer resmi BMW Indonesia.

Kabel pengikat aki yang posisinya terletak di ruang bagasi diduga tidak terpasang dengan baik, yang kalau dibiarkan akan menyebabkan tidak berfungsinya sistem elektronik dengan baik, efek terburuk mesin tidak dapat dihidupkan.

Akan tetapi, BMW mengatakan sampai saat ini belum ada laporan kecelakaan terkait dengan permasalahan tersebut. Namun, pemeriksaan menyeluruh sebaiknya tetap dilakukan, yang dikatakan hanya memakan waktu sekitar 30 menit saja.

Recall adalah konsekuensi
Menanggapi hal ini, N Dewa dari Asosiasi Industri Automotive Nusantara berpendapat langkah recall adalah hal biasa, seperti dilakukan Suzuki Motor.

"Ya, itu merupakan kosekuensi perusahaan dalam industri (otomotif) ya untuk tetap mempertahankan nama baiknya maka harus melakukan (recall) itu," kata Dewa yang dihubungi gresnews.com melalui telepon di Jakarta, Sabtu (12/5).

Menurutnya, langkah recall secara umum dilakukan melalui distributor. "Ditarik lalu diganti atau ditarik sama sekali."

Namun kalau kerusakannya parah, ungkap Dewa, mobil yang di-recall akan ditahan beberapa lama kemudian diganti dengan unit baru.

"Kalau masalahnya tidak berat, ya paling sekadar penggantian komponen. Contohnya dulu ada kasus rem blong ya hanya remnya yang diganti," ungkapnya lagi.

Tanggung jawab produsen
Apa komentar politisi? Arwani Thomafi menilai langkah Suzuki sangatlah tepat untuk melindungi konsumen. "Jangan sampai iklan berbeda dengan kemampuan mobil yang dipasarkan."

Kelaikan bisnis menjadi sorotan Arwani, karena faktor tersebut mempertimbangkan aspek keselamatan, keamanan dan kenyamanan. Ketiganya harus terpenuhi bersama sehingga konsumen tidak dirugikan.

"Ketentuan regulasi dan konsekuensi yang harus ditanggung produsen otomotif sebagai landasan dasar," ungkap Arwani, anggota Komisi V DPR yang tugasnya membidangi masalah transportasi.

Tiga ´Raja´ Recall
Lembaga riset dan konsultan industri otomotif, Wards Auto, melansir data produsen mobil yang paling banyak menarik produknya (recall) sepanjang tahun ini.

Hasil penelitian itu menunjukkan, Toyota Motor Corporation, Ford Motor Company, dan Honda Motor Company menjadi tiga besar pabrikan yang paling sering me-recall produksinya.

Seperti dikutip dari laman autoguide.com, Toyota menduduki posisi pertama karena sudah 13 kali me-recall mobil produksinya karena berbagai alasan. Total mobil yang ditarik mencapai 3,5 juta unit.

“Toyota berada di urutan pertama selama tiga tahun berturut-turut,” demikian pernyataan Wards Auto, Jumat, 30 Desember 2011.

Sepanjang 2009 hingga 2010, Toyota telah menarik 11,5 juta unit mobil di wilayah Amerika Utara. Manajemen Toyota menegaskan, pihaknya telah memperbaiki 85% dari kendaraan yang diidentifikasi bermasalah.

Posisi kedua ditempati Ford. Produsen mobil asal Amerika itu telah menarik 3,2 juta unit kendaraan dalam 10 kali recall dengan berbagai sebab. Sedangkan Honda yang berada di posisi ketiga me-recall 2 juta unit mobil dalam 11 kali penarikan.