Baru 6 hari dilantik langsung dicokok. Ini kelalaian atau ada yang sengaja diloloskan? Nama Hery Susanto tiba-tiba mengguncang publik. Ketua Ombudsman lembaga yang seharusnya jadi penjaga keadilan diduga menerima Rp1,5 miliar dari perusahaan nikel. Waktunya janggal.
Baru beberapa hari duduk di kursi kekuasaan sudah jatuh. Padahal nikel bukan sekadar tambang biasa. Ini bahan utama baterai kendaraan listrik diperebutkan dunia, nilainya triliunan.
Artinya, yang bermain bukan cuma uang tapi kepentingan besar. Dan di tengah semua itu, muncul satu pertanyaan yang sulit dihindari, kok bisa? Bagaimana proses seleksi bisa meloloskan sosok dengan risiko sebesar ini?
Apakah ini kecolongan atau memang ada yang tak pernah ingin terlihat? Karena kalau baru 6 hari saja sudah runtuh mungkin masalahnya bukan saat dia menjabat tapi jauh sebelum dia dilantik.
