Bubur Olimo namanya, bukan Bubur Hostess
“Sebenarnya namaya bukan itu mas, nama bubur ini bubur Olimo, tapi karena dulunya kita buka dekat dengan tempat hiburan malam dan kita juga mulai dagang pukul 01.00 Wib , sehingga kebanyakan pelanggan yang makan baik tamu maupun para pekerja tempat hiburan,” jelas Maedy kepada gresnews.com di kedai bubur Olimo, di Jl. Hayam Muruk 114 Blok A No 24, Jakarta Pusat, Minggu (1/1).
Jakarta - Tak jauh berbeda dengan bubur ayam dimana pun kita temukan saat ini, makanan yang berbahan dasar beras ini menjadi salah satu favorit, meski makanan ini termasuk ringan namun tetap mengenyangkan, salah satunya bubur Olimo. Namun benarkah bubur yang terkenal sejak dekade 70-an itu bernama Bubur Hostess.
“Sebenarnya namaya bukan itu mas, nama bubur ini bubur Olimo, tapi karena dulunya kita buka dekat dengan tempat hiburan malam dan kita juga mulai dagang pukul 01.00 Wib , sehingga kebanyakan pelanggan yang makan baik tamu maupun para pekerja tempat hiburan,” jelas Maedy kepada gresnews.com di kedai bubur Olimo, di Jl. Hayam Muruk 114 Blok A No 24, Jakarta Pusat, Minggu (1/1).
Menurut wanita berumur 40 tahunan ini, kedainya hanya menyediakan dua menu makanan yakni menu utama bubur ayam dan nasi campur, sementara itu berbagai macam pelengkap hidangan pun disediakan disini sebagai teman makan bubur. Dari yang halal hingga yang non halal.
“Untuk teman hidangan utama bagi yang non muslim ada babi panggang merah (Cha siu) dengan rasa manis, juga ada babi degan rasa asin (Sam Chan). Sementara itu untuk yang muslim kita tetap menghormati, kita tetap memberi tahu yang ada, jadi biasanya memesan bubur ayam lengkap jadi kami juga tetap menjual yang halal,” papar Maedy.
Menurut Maedy, dari pertama membuka usaha bubur ini hingga saat ini, yang merupakan keturunan ke tiga ini tetap menawarkan menu yang sama dengan rasa yang tetap terjaga.
“Tidak ada yang berubah dari dulu hingga sekarang, itu sesuai pengakuan pelanggan yang suka datang kesini, contohnya pada sambelnya pun kata orang masih tetap sama rasanya, ”ungkapnya.
Buka malam hari
Kedai yang memiliki delapan meja tempat makan ini, memiliki harga yang bervariasi dari, satu porsi bubur ayam penuh senilai Rp16.000 , sedangkan setengah dikenakan Rp14.000. Untuk nasi campur dikenakan Rp35.000, bubur ini juga memiliki tekstur yang lembut dan tidak terlalu padat.
Untuk dikatahui, saat ini bubur Olimo buka dari pukul 21.00 Wib hingga pukul 07.00 Wib keesokan harinya. Ketika ditanyakan kenapa memajukan jam buka, Maedy mengatakan supaya orang yang tidak bisa keluar malam juga dapat menikmati.
“Saat ini kita juga sudah membuka cabang di daerah sunter, yang bukanya berbeda dengan disini, yakni buka pukul 7.00 Wib.”
