Seragam loreng biasanya identik dengan penyelamatan. Kali ini, dua di antaranya disebut terlibat korupsi dana bencana.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkap dugaan keterlibatan dua prajurit TNI aktif dalam konstruksi perkara korupsi dana siap pakai kebencanaan BNPB, Rabu 21 Oktober—meski belum merinci identitas keduanya.
KPK sudah mengirim surat resmi ke Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto, termasuk menjelaskan peran eks Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, yang kini sudah diganti. Kapuspen TNI, Brigjen Muhammad Nas, menegaskan TNI menghormati proses hukum dan akan menindaklanjuti lewat Puspom TNI.
Yang bikin publik penasaran: KPK sendiri belum mau membuka siapa dua prajurit itu—sementara Kepala BNPB baru, Letjen TNI Kristomei Sianturi, baru dilantik seminggu sebelumnya dengan janji "bersih-bersih internal".
Bersih-bersih sebuah institusi ternyata tak selalu dimulai dari luar, tapi dari siapa saja yang ikut mengotorinya dari dalam.
