Dari gaji pegawai kecil, dipotong 40 persen. Ujungnya: dua setengah kilogram emas ditemukan di rumah rahasia sang bupati.
KPK terus memanggil deretan pejabat Pemkab Sukoharjo sebagai saksi, termasuk Sekretaris Daerah Abdul Haris Widodo, Senin (12/10), untuk mengusut kasus pemerasan yang menjerat Bupati Sukoharjo nonaktif, Etik Suryani.
Modusnya: Etik diduga meminta Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Richard Tri Handoko, mengumpulkan sekitar 40 persen dari insentif yang diterima pegawai BPKAD.
Penggeledahan KPK bahkan menemukan rumah terpisah milik Etik yang berfungsi sebagai "safe house"—tempat ia menyimpan emas seberat 2,5 kilogram yang diduga hasil korupsi.
Delapan saksi dipanggil sekaligus—dari bendahara gaji hingga eks sekretaris BPKAD—menandakan penyidik tak lagi sekadar mengejar bupatinya, tapi menelusuri seluruh jalur uang di bawah mejanya.
Korupsi paling rapi bukan yang disimpan di brankas kantor, tapi yang dititipkan diam-diam di rumah yang tak pernah dicurigai.
