Sebuah bisikan. Direkam kamera. Disaksikan jutaan orang.
Ketua Umum Relawan Projo, Budi Arie Setiadi, duduk tenang di samping Presiden ke-7 Joko Widodo. Lalu ia bicara bukan berbisik pelan, tapi cukup keras untuk terekam selamanya: "Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029?". Tentu yang ia maksud akhir kekuasaan Prabowo-Gibran.
Ruangan hening sesaat. Lalu pecah jadi teriakan "siap!" dari para relawan.
Ia menyebutnya "patahan sejarah" istilah yang sama dipakai untuk menggambarkan Reformasi `98, ketika pemilu yang harusnya masih lama, tiba-tiba dipercepat.
Jokowi diam. Tidak membantah. Tidak mengiyakan.
Dan diamnya itu justru yang membakar jagat maya memicu spekulasi liar: apakah ini kode, atau sekadar analisis politik biasa?
Projo buru-buru bilang video itu "dipotong". Tapi satu pertanyaan sudah telanjur menyebar: kalau bukan sinyal, kenapa dibisikkan tepat di telinga Jokowi?
