Jam tiga dini hari. Saat anak-anak masih lelap, sekolah mereka justru dikepung puluhan orang tak dikenal.
Ketua Yayasan Syarif Hidayatullah, Ilham Aufa, terbangun oleh kabar mengejutkan: bangunan TK dan SD Islam Pembangunan Pamulang telah dikuasai. Di antara rombongan itu, diduga berada sosok Wakil Rektor II UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Imam Subchi, berjaket merah.
Kawat berduri dipasang mengelilingi gerbang sekolah. Namun UIN Jakarta membantah tudingan penyerbuan itu. Menurut mereka, kehadiran rombongan hanya visitasi dan sosialisasi perubahan kepengurusan yayasan yang sudah sah tercatat di Kementerian Hukum, sekaligus menegaskan aset sekolah adalah milik negara.
Di tengah klaim yang saling berbenturan, guru cemas, orang tua panik, dan anak-anak dipaksa belajar dari rumah.
Ironisnya, saat orang tua akhirnya diizinkan memeriksa kelas—yang mereka temukan bukan buku dan papan tulis bersih, tapi puntung rokok dan bekas minuman di ruangan tempat anak-anak biasa mengaji.
Sengketa aset boleh jadi urusan orang dewasa. Tapi yang jadi korban, selalu anak-anak yang cuma ingin duduk tenang di kelasnya.
