Gaji Rp1,4 juta sebulan. Tapi pemerintah bilang dia masuk desil 9 hampir paling kaya se-Indonesia. KIP Kuliah anaknya terancam gugur.
Warga ramai-ramai cek NIK di situs BPS. Hasilnya bikin syok. Ada yang rumah saja tak punya, tapi divonis desil 9. Ada yang kerja serabutan, tapi dicap sejahtera. Keluhan membanjiri media sosial.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto angkat bicara di AYANA Midplaza, Jakarta Pusat. Jawabannya singkat: itu berdasarkan sensus, sudah ada DTSEN, semua "berdasarkan survei." Tidak ada penjelasan detail soal indikator, tidak ada permintaan maaf atas data yang dianggap ngawur.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul justru mengakui: data ini bisa salah, dan rakyat sendiri yang harus repot mengajukan sanggahan bukan negara yang memperbaiki kesalahannya lebih dulu.
Pemerintah salah hitung, rakyat yang disuruh protes. Sensus jadi vonis, dan yang miskin harus buktikan kemiskinannya sendiri.
