Bayangkan disuruh bangun rumah megah, tapi belum sempat dihuni, kamu sudah dipaksa bayar tagihan listriknya sendiri. Itu yang dialami ribuan pengurus koperasi di Jawa Tengah, sekarang.
8.523 gedung Koperasi Merah Putih berdiri di Jateng. Tapi hanya 5.400 yang benar-benar jalan. Sisanya, 3.123 unit, cuma bangunan kosong, listrik menyala, kegiatan nol. Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jateng, Desy Arijani, mengakui: pengurus terpaksa menombok abonemen listrik sampai Rp1,5 juta per bulan. Dari uang sendiri. Untuk gedung yang belum menghasilkan sepeser pun.
Solusi resminya? Sewakan gedung negara itu untuk resepsi nikahan dan lomba badminton—asal kepala desa mengizinkan.
Program besar sering lupa hal kecil: siapa yang menanggung bebannya saat rencana belum selesai.
