Nama Presiden Nyangkut di Paper Nobel Tapi Ternyata Buatan AI?

Sebuah paper ilmiah setebal 69 halaman mengaku layak dapat Nobel Perdamaian. Masalahnya, nama penulis pertamanya adalah Presiden Prabowo Subianto sendiri dan dia diklaim tidak pernah tahu.

Warganet membongkarnya pelan-pelan. Paper itu diunggah diam-diam ke SSRN sejak Maret. Judulnya megah: MBG layak jadi program perdamaian dunia. Tapi di dalamnya, ditemukan sisa perintah AI yang lupa dihapus.

Alat pendeteksi bahkan mencatat 93 persen kontennya buatan mesin. Lebih aneh lagi, ada surat berkop Kemendagri terselip di dalamnya. Kapuspen Kemendagri, Benni Irawan, mengaku masih mengecek keasliannya. Kepala Bakom, Muhammad Qodari, buru-buru turun tangan menyelidiki.

Ironisnya, mantan Komisaris PT Pelni Dede Budhyarto justru menyebut Presiden sama sekali tak terlibat artinya, ada pihak lain yang berani mencatut nama orang nomor satu demi cari muka.

Mengejar penghargaan dunia dengan jalan pintas AI, akhirnya cuma memalukan diri sendiri.