Yurizal Tri Chaerawan cuma curhat. Delapan jam menunggu ruangan sebagai pasien BPJS, tapi yang ia dapat bukan simpati melainkan hinaan dari orang yang harusnya menyembuhkan.
"Potong aja nadinya," tulis salah satu akun diduga nakes. "Bacot nih pasien," tulis yang lain. Sembilan hari kemudian, Yurizal meninggal dunia. Kabar itu memutar balik semua ejekan jadi bumerang.
Publik geram. Widhiyarini Pangestika, nakes RSAB Harapan Kita, akhirnya minta maaf lewat video. IDI menyebut ini pelanggaran etik profesi. DPR mendesak Kemenkes menjatuhkan sanksi tegas. Publik minta pecat nakes yang terlibat.
Orang yang seharusnya paling paham penderitaan pasien, justru jadi yang paling kejam menertawakannya.
Sumpah profesi itu bukan hiasan di dinding klinik sekali diinjak lewat komentar sinis, nyawa pasien bisa jadi taruhannya.
