Perry Warjiyo Mundur, Tepat Saat Kasus Dana CSR BI-OJK Masih Diusut KPK!

Setelah hampir tujuh tahun memimpin bank sentral, Perry Warjiyo mundur dari kursi Gubernur BI, Senin (27/7). Tapi mundurnya ia justru menyisakan pertanyaan besar: apakah ini kebetulan?

Bulan lalu, KPK menggeledah kantor pusat BI di Thamrin, menyita dokumen dari ruang kerja Perry sendiri. Sehari berselang, giliran kantor OJK digeledah. Penyidik memeriksa Anggota Dewan Gubernur BI Filianingsih Hendarta, hingga mitra Komisi XI DPR.

Dua nama jadi tersangka: politikus Gerindra Heri Gunawan dan politikus Nasdem Satori, diduga menggelapkan dana CSR BI-OJK senilai puluhan miliar rupiah untuk rumah makan, tanah, showroom, hingga rekayasa transaksi bank.

Kini Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi, Presiden Prabowo telah menerima pengunduran diri Perry, digantikan sementara oleh Destry Damayanti. Pemerintah menyebutnya penghormatan atas dedikasi tujuh tahun, tapi publik justru bertanya-tanya, benarkah ini murni soal purna tugas?

Kadang jabatan tak berakhir karena waktu habis, tapi karena bayang-bayang di baliknya makin sulit disembunyikan.