LONDO IRENG!" Prabowo Sebut Wartawan & LSM Antek Penjajah, Publik Meradang!

Presiden Prabowo Subianto berdiri di panggung Harlah PKB, lalu menuding wartawan, pengamat, dan LSM sebagai "Londo Ireng" — antek penjajah masa kini. Sebuah tuduhan, tanpa bukti, ke ribuan orang.

Di Jakarta Convention Center, Kamis malam. Prabowo bicara lantang. "Yang gaji lo siapa? Yang bayar listrikmu siapa?" katanya, menyoal siapa pun yang mengkritik pemerintah.

Istilah kolonial itu dulu label bagi pribumi pengkhianat bangsa kini disematkan ke jurnalis yang cuma menjalankan tugas. Dewan Pers menyebutnya tuduhan tak berdasar. AJI mendesak permintaan maaf. YLBHI memperingatkan: ini bukan candaan, ini stigma yang bisa membungkam.

Yang menuduh orang lain "berbaju penjajah" justru sedang memakai baju kekuasaan untuk membungkam suara yang mempertanyakannya.

Kritik itu oksigen demokrasi, Pak. Kalau dianggap racun, mungkin yang sakit bukan pers-nya.