Satu kaca mobil digebrak, satu nyawa pejalan kaki terselamatkan. Tapi yang harus bersujud minta maaf justru sang penjaga.
Victor Harefa, sekuriti proyek MRT WIKA di Bundaran HI, hanya menjalankan tugas: menghentikan Alphard hitam yang menerobos lampu merah saat warga menyeberang. Bukannya minta maaf, sopir dan dua penumpangnya diduga mendorong, memaki, lalu mengancam melapor ke vendor tempat Victor bekerja.
Terpojok tanpa perlindungan, Victor akhirnya bersujud, mencium tangan mereka. Semua terekam, semua viral. Polisi mendalami dugaan pelat nomor Alphard itu bukan peruntukannya sendiri.
Kini giliran berbalik—kuasa hukum Victor, Wiradarma Harefa, secara terbuka mendesak sang sopir Alphard yang harus minta maaf langsung, bukan yang lain. Apalagi si supir sempat mengaku sebagai Anggota dan dlgunakan nopol palsu.
Mobil mewah bisa menerobos lampu merah. Tapi kebenaran, cepat atau lambat, selalu menemukan jalannya sendiri.
