Bukan Korban Biasa, Rekam Jejak Hitam di Balik Video Viral Lembu Labuhanbatu

Satu video. Dan satu nama tiba-tiba jadi simbol ketidakadilan. Tapi bagaimana jika "korban" itu punya rekam jejak hitam?

Martogi Sinaga mengklaim 16 lembunya digondol oknum TNI, sehari sebelum mediasi di Polres Labuhanbatu. Video itu viral. Publik marah. Dandim 0209 Letkol Kav Hanung Kaptiaji sampai angkat bicara dan membantah keras.

Tapi penelusuran berbagai media membongkar fakta lain: Martogi diduga memiliki pola sama sejak satu dekade lalu, mengklaim barang atau hak milik orang lain sebagai kepunyaannya sendiri.

Tahun 2016 ia dilaporkan penipuan dan penggelapan, berujung vonis satu tahun sepuluh bulan. Tahun 2018, ia kembali jadi tersangka kasus pengrusakan lahan milik orang lain. Dan kini? Anaknya, AR Hutabarat, sudah lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka pencurian lembu milik Jefrey Agustono Ariska. 

Diduga karena tak terima anaknya jadi tersangka, Martogi dan komplotannya merekam video lalu menyebarkan narasi palsu menyeret TNI sebagai kambing hitam.   Di era viral, siapa lebih dulu berteriak "korban" dialah yang menang opini. Setidaknya, untuk sementara.