Bagaimana mungkin uang Rp218 miliar sudah keluar, tetapi janji yang ditunggu tak kunjung datang? Di balik program makan bergizi, muncul kisah yang justru bikin publik geleng kepala.
Investor asal Sukabumi, Mujazin, mengaku menggelontorkan dana Rp218,25 miliar untuk membangun dapur perintis Program Makan Bergizi Gratis setelah menandatangani MoU dengan Lodewyk Pusung, yang saat itu menjabat Wakil Kepala BGN, kini tersangka korupsi.
Harapannya sederhana: mengelola 97 dapur sesuai kesepakatan. Namun menurut pengakuannya, hak kelola itu tak pernah diterima. Vendor menunggu pembayaran, proyek menggantung, dan pertanyaan publik terus membesar: ke mana arah komitmen yang sudah diteken?
Ketika tanda tangan lebih cepat daripada kepastian, yang dipertaruhkan bukan hanya ratusan miliar, tetapi juga kepercayaan pada program yang seharusnya memberi makan masa depan.
