Baru setahun duduk di kursi Wakil Menteri, Silmy Karim kini resmi mengenakan status tersangka. Dari ruang kekuasaan, langkahnya berakhir di balik jeruji KPK.
Semuanya bermula dari dugaan praktik pemerasan dalam pengurusan dokumen keimigrasian. Penyidik KPK menelusuri aliran uang yang disebut mencapai ratusan miliar rupiah. Satu per satu nama pejabat muncul. Bukan hanya Silmy. Total delapan orang ikut ditahan.
Di tengah penyelidikan, KPK menyita uang tunai dalam dolar Amerika dan dolar Singapura. Ada logam mulia. Tujuh mobil, belasan motor, bahkan sepeda premium.
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto pun mengambil langkah tegas non aktifkan Silmy agar proses hukum berjalan tanpa hambatan.
Penegak hukum tak perlu ragu menerapkan pasal terberat untuk menjerat Silmy Karim, pejabat yang diduga menyalahgunakan jabatannya.
