Rp268 Triliun Dipertaruhkan! Tiga Bos BGN Diduga Atur Yayasan dan Mark Up Proyek

Bagaimana jika uang rakyat ratusan triliun rupiah yang seharusnya masuk ke piring anak-anak sekolah justru tersangkut dalam jaringan yayasan dan proyek bermasalah. Sejak Januari 2025, Program Makan Bergizi Gratis dijalankan dengan anggaran fantastis. Tahun 2025 mencapai Rp85,2 triliun. Tahun 2026 melonjak Rp268 triliun.

Kejaksaan Agung kini menetapkan tiga mantan petinggi Badan Gizi Nasional sebagai tersangka. Mereka adalah Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung. Ketiganya mengatur proses verifikasi mitra SPPG hingga yayasan terafiliasi lolos meski tak memenuhi syarat. Yayasan itu menerima insentif miliaran rupiah setiap hari.

Penyidik menduga ada intervensi dalam pengadaan barang dan jasa. Muncul dugaan mark up 21.801 motor listrik senilai Rp1 triliun, 32 ribu pasang sepatu, lebih dari 31 ribu tablet, hingga 5.400 unit televisi 75 inci.

Di tengah janji memberi gizi bagi jutaan anak, justru terjadi penyimpangan. Publik berharap tersangka mendapat hukuman seberat-beratnya.