Kredit Hampir Rp1 Triliun Cair ke Perusahaan `Tak Layak` Siapa yang Main di Belakang LPEI?

Bagaimana mungkin perusahaan dianggap tak layak tapi mendapat pinjaman ratusan miliar? Dan anehnya kenapa alarm bahaya seperti dimatikan?

Bermula dari fasilitas pembiayaan ekspor Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia. Di atas kertas bertujuan membantu bisnis tumbuh, menembus pasar. Tapi di balik itu, jaksa menduga ada permainan.

Dua perusahaan, PT Tebo Indo dan PT Pratama Agro Sawit tahun 2015-2023 disebut menerima kredit meski kondisinya bermasalah. Bahkan agunan tak diperiksa benar. Tapi uang tetap cair.

Jaksa kini menyeret delapan terdakwa. Mulai mantan Kepala Departemen Divisi Pembiayaan Syariah LPEI tahun 2011-2017, Andi Maulana Adjie, relation manager, sampai pemilik perusahaan penerima kredit, Handoko Limaho. Kerugian negara? Hampir Rp992,8 miliar.

Kadang korupsi tidak dimulai dari uang yang dicuri tapi dari keputusan yang dibuat di ruang rapat, lalu semua memilih pura-pura tak melihat.