Marcella Santoso mungkin mengira semuanya sudah selesai saat palu pertama diketuk. Tapi ternyata hukuman bisa naik. Dan rahasia bisa ikut terbuka.
Di ruang sidang Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, nama Marcella kembali dipanggil. Bukan untuk dibebaskan. Tapi untuk diperberat. Dari 14 tahun menjadi 15 tahun penjara. Denda ratusan juta. Uang pengganti melonjak jadi Rp21,6 miliar.
Kasus ini bukan cuma soal suap. Ini soal minyak goreng barang yang dulu diperebutkan rakyat sampai antre berjam-jam. Sementara di belakang layar, uang mengalir diam-diam. Vonis bisa diatur. Putusan bisa dibeli.
Hakim menyatakan Marcella terbukti terlibat dalam suap dan pencucian uang bersama-sama. Dan setiap angka dalam putusan itu terdengar seperti tagihan dari masa lalu yang akhirnya datang menagih.
Tapi persoalannya bukan hanya tambahan satu tahun penjara saja. Semakin berat hukuman dijatuhkan, semakin besar pertanyaan publik: kalau satu pengacara bisa bermain sedalam ini siapa sebenarnya pemain yang belum disebut?
