Bayangkan di tengah Jakarta, sebuah gedung biasa ternyata jadi “pabrik uang haram” lintas negara. Dan yang bikin merinding, 321 orang di dalamnya seolah Indonesia sudah disiapkan jadi markas judi online Asia.
Kamis malam. Polisi menyerbu bangunan di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Di dalamnya, ratusan operator sibuk menjalankan situs judi online.
Bukan cuma satu negara. Ada Vietnam, China, Myanmar, Laos, Thailand, Malaysia, sampai Kamboja. Sebagian masuk memakai visa wisata. Sebagian lagi sudah melewati masa izin tinggal.
Polri bilang Ini alarm bahaya. Karena jika dibiarkan, Indonesia bisa jadi sarang judi online internasional. Dan yang dicari polisi sekarang bukan operator tapi sponsor yang membiayai.
Tapi ada satu hal yang bikin kasus ini aneh. Dari 321 orang yang ditangkap hanya satu WNI. Pertanyaannya: benarkah kita cuma jadi “tempat”, atau justru ada pemain lokal yang tak pernah terlihat?
