Bagaimana kalau perdamaian ternyata punya harga yang harus dibayar dulu? Di balik meja negosiasi, Iran tak datang dengan tangan kosong. Mereka membawa syarat. Tegas. Dingin. Sebelum bicara dengan Amerika Serikat gencatan senjata di Lebanon harus terjadi.
Dan satu lagi: aset yang dibekukan harus dicairkan. Dunia menunggu damai. Tapi yang terdengar justru angka, tekanan, dan kepentingan. Di layar berita, ini terlihat seperti diplomasi.
Di baliknya ini soal siapa menekan siapa. Sementara itu, waktu terus berjalan. Setiap detik tanpa kesepakatan risiko membesar. Dan kalau api itu menyala bukan hanya Timur Tengah yang terbakar.
Harga energi naik. Ekonomi goyah. Negara jauh seperti Indonesia ikut menahan napas. Mungkin ini bukan tentang menghentikan konflik. Mungkin ini tentang siapa yang paling diuntungkan dari ancaman damai itu sendiri
