Indonesia Tertahan di Hormuz: Dampak Kebijakan Geopolitik Prabowo?

Negara lain diizinkan lewat Selat Hormuz. Indonesia… tidak.. Ini bukan kebetulan. Saat ketegangan meningkat, Iran memberi izin melintas kepada sejumlah negara Asia di kawasan.

Tanker tetap berjalan. Energi tetap mengalir.. Tapi Indonesia tidak masuk daftar awal. Padahal sekitar 20% minyak dunia melewati jalur ini. Artinya jelas: yang lain tetap bergerak kita tertahan. Di sinilah masalahnya. Publik mulai mengaitkan dengan arah kebijakan luar negeri.

Indonesia bergabung dalam Board of Peace (BoP) yang diinisiasi Amerika dan Israel. Langkah yang dinilai sebagian pihak membuat posisi kita tidak lagi benar-benar netral.

Padahal prinsip bebas-aktif seharusnya tegas tidak berpihak dan dipercaya semua pihak. Namun sekarang, yang terlihat justru sebaliknya. Arah kebijakan geopolitik terasa tidak jelas— dan risikonya mulai nyata.

Ini bukan sekadar soal jalur laut. Ini soal kepercayaan. Karena dalam geopolitik, negara yang posisinya tidak jelas— sering kali bukan dianggap netral tapi dianggap tidak penting untuk diprioritaskan.