CPNS ditunda karena anggaran. Tapi 30 ribu orang direkrut untuk Koperasi Merah Putih. Ini bukan sekadar kebijakan ini soal arah negara. Jutaan lulusan menunggu kepastian ASN 2026.
Formasi belum jelas. Tanggal belum ada. Harapan digantung. Namun di saat yang sama, pemerintah menjalankan program besar. 30 ribu Sarjana Penggerak direkrut untuk mengelola Koperasi Merah Putih di target 80 ribu desa.
Di sinilah kritik mulai muncul. Pemerintah bicara keterbatasan anggaran. Tapi program baru justru berjalan. Sebagian pengamat mempertanyakan: model bisnis koperasi ini sebenarnya apa? Bagaimana menghasilkan? Siapa yang menanggung risiko?
Lebih jauh lagi, muncul kritik sensitif apakah ini program negara atau ambisi personal yang dipercepat? Karena masalahnya bukan sekadar ada atau tidaknya anggaran. Tapi apakah kebijakan ini dibangun di atas perencanaan matang atau keyakinan satu arah.
Dan jika fondasinya belum jelas, yang dipertaruhkan bukan hanya program tapi masa depan orang-orang yang diminta percaya padanya.
