Kalau negara benar-benar mau berhemat kenapa program raksasa seperti MBG dan Kopdes Merah Putih tidak dihentikan? Atau memang tidak boleh disentuh? Mulai April 2026, pemerintah ambil kebijakan:ASN Work From Anywhere. Sekolah kembali online.
Alasannya: hemat BBM. Artinya? Mobilitas ditekan. Siswa kembali ke layar. Pelayanan publik berisiko melambat. Tapi di sisi lain, Program MBG tetap jalan dengan anggaran Rp335 triliun.
Dan Kopdes Merah Putih Rp60,57 triliun. Padahal, di lapangan sudah muncul berbagai catatan: ada laporan makanan tidak layak konsumsi, menu yang tidak sesuai standar gizi, hingga distribusi yang tidak merata di beberapa daerah.
Bahkan, muncul keluhan soal potensi pemborosan dan tata kelola yang belum rapi. Namun anggaran tetap utuh. Kalau memang harus hemat… kenapa bukan yang paling besar dulu yang dievaluasi?
Atau pertanyaannya lebih dalam: apakah program sebesar ini terlalu “penting”… atau terlalu dekat dengan kepentingan elite? Publik diminta beradaptasi. Tapi anggaran raksasa tetap aman.
