Bagaimana jika kasus `kriminal` berubah arah? Ini ujian politik pertama Presiden Prabowo Subianto: berani atau tidak mengungkap siapa dalang sebenarnya? Dan jawabannya bisa menentukan arah demokrasi sebuah negara.
Puspom TNI menahan empat anggota BAIS TNI berasal dari matra AL dan AU diduga pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Nama mereka hanya inisial: NDP, SL, BWH, dan ES.
Tapi dampaknya nyata. Serangan terjadi 12 Maret 2026, beberapa menit setelah Andrie pulang dari podcast yang mengkritik kebijakan militer. Wajah dan tangannya mengalami luka bakar sekitar 24 persen.
Rekaman CCTV menunjukkan sesuatu yang membuat penyidik berhenti sejenak: korban diduga sudah diikuti sebelumnya. Artinya… ini bukan emosi sesaat. Dunia ikut menekan.
Lebih dari 170 organisasi HAM internasional hingga PBB meminta pengusutan transparan. Dan pertanyaan publik berubah cepat. Bukan lagi siapa pelaku lapangan tapi siapa yang merasa perlu perintah itu dijalankan.
Sejarah sering menunjukkan pelaku bisa ditangkap tapi kebenaran bisa berhenti di tengah jalan. Kini sorotan bukan pada para tersangka melainkan pada keberanian negara sendiri. Karena kadang ujian kepemimpinan bukan saat krisis datang, melainkan saat kebenaran mulai terlalu dekat untuk dihindari.
