Angga Raka Prabowo. Telkom. Tiga jabatan. Hampir satu miliar per bulan. Pertanyaannya sederhana… siapa sebenarnya yang ia layani? Satu orang memegang tiga posisi strategis. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah. Dan Komisaris Utama Telkom Indonesia.
Di satu sisi, ikut merumuskan kebijakan sektor digital. Di sisi lain, duduk di kursi pengawas perusahaan besar di sektor yang sama. Di titik ini, publik mulai bertanya: Siapa yang mengatur… dan siapa yang diawasi?
Penghasilannya disebut mendekati Rp917 juta per bulan. Namun ini bukan sekadar angka. Di tengah narasi efisiensi, muncul lagi persepsi lama— bahwa BUMN bisa terlihat seperti “sapi perah” kekuasaan.
Dan ketika jabatan menumpuk di satu orang, muncul pertanyaan yang lebih tajam: apakah keputusan dibuat untuk kepentingan publik… atau untuk lingkar kekuasaan tertentu. Karena pada akhirnya, jabatan bukan sekadar kursi.
Ia adalah soal loyalitas. Dan di situlah pertanyaan paling sunyi muncul yang jadi majikan sebenarnya… rakyat, atau tuan politik?
