Danantara: Dari Penyelamat Bangsa Jadi Tukang Bayar Utang Whoosh!

Ke Tiongkok katanya bawa misi besar—menyelamatkan bangsa lewat negosiasi utang Whoosh!. Tapi kalau isinya cuma debat bunga, tenor, dan kurs… ya, ini lebih mirip misi menyelamatkan muka, bukan negara.

Danantara, lembaga yang katanya motor masa depan Nusantara, malah berubah jadi kendaraan pengangkut beban masa lalu. Ujung-ujungnya: bayar cicilan proyek gagal yang bikin BUMN megap-megap.

Proyek Whoosh! yang disebut “busuk” oleh Pak Luhut ini, memang pantas diaudit dari akar ke daun. Biaya bengkak 19 triliun, utang baru dijamin APBN, tapi duitnya malah buat nutup rugi, bukan bangun aset.

Danantara boleh negosiasi sesering mungkin, tapi kalau sumber busuknya nggak dibongkar—ya sama aja kayak semprot pewangi di tong sampah. Wangi sesaat, tapi baunya tetap nempel.

KPK, ini saatnya turun tangan. Jangan cuma sibuk konferensi pers dan jargon “proaktif”, buktikan dong, kalau proyek “Whoosh!” ini bukan cuma wah di spanduk tapi juga bersih di audit!

Negosiasi boleh, tapi audit harus jalan! Karena tanpa itu, Danantara bukan penyelamat—melainkan penanggung dosa proyek masa lalu!

Jadi, mau negosiasi ke Tiongkok terus, atau berani bongkar siapa yang bikin proyek “Whoosh!” berubah jadi Whoops!? Gimana mau pilih mana netizen?