Didepan Ulama Jokowi Jelaskan Soal Rohingya

Rabu, 13 September 2017, 18:43:00 WIB - Peristiwa

Presiden Joko Widodo (kedua kiri) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla (ketiga kanan), Ibu Iriana Jokowi (ketiga kiri), Ibu Mufidah Jusuf Kalla (kedua kanan) berfoto bersama Ketua DPD Oesman Sapta Odang (kiri) beserta anggota DPD usai menghadiri Sidang Bersama DPR dan DPD Tahun 2017 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/8). Sidang tersebut beragendakan penyampaian pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo dalam rangka HUT Ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia. (ANTARA)

Presiden Joko Widodo mengumpulkan 40 ulama dan pimpinan pondok pesantren di Istana Kepresidenan, Jakarta. Jokowi menceritakan yang telah dilakukan pemerintah untuk membantu penyelesaian krisis etnis Rohingya di Rakhine State, Myanmar.

Jokowi mengatakan pemerintah telah meminta penjelasan yang konkret berkenaan dengan persoalan yang dialami etnis Rohingya di Myanmar.

"Pemerintah sebetulnya sejak awal meminta penjelasan yang konkret dari pemerintah Myanmar," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (13/9).

Bahkan, kata Jokowi, pada Januari-Februari 2017, pemerintah mengirimkan bantuan kemanusiaan berkenaan dengan krisis yang dialami etnis Rohingya. Dia juga memerintahkan Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi membahas soal Rohingya dengan pemerintah Myanmar.



"Dan pada bulan Januari-Februari lalu kita pun sudah mengirimkan bantuan kontainer, tidak hanya 1-2 kontainer, kalau tidak salah ingat, kurang-lebih 10 kontainer yang kita kirimkan, baik berupa obat-obatan maupun makanan," katanya.

"Kita juga mengutus Menlu untuk mendesak pemerintah Myanmar. Karena ini memang berkaitan dengan sejarah politik yang ada di sana, dengan urusan ekonomi yang ada di sana. Sebetulnya masalah yang sangat kompleks," tambahnya.

Jokowi mengatakan sekadar kecaman dan pernyataan keras tak akan mampu menyelesaikan persoalan yang dihadapi etnis Rohingya di Rakhine State, Myanmar. Dia menegaskan perlu ada aksi nyata, yakni dengan mengirimkan bantuan.

Jokowi mengatakan pemerintah Myanmar dan Bangladesh memberi ruang bagi Indonesia untuk menyalurkan bantuan bagi etnis Rohingya di Rakhine State. Hasilnya, sebuah sekolah di Rakhine State telah berhasil dibangun pemerintah Indonesia.

"Dan kita insyaallah akan mendirikan rumah sakit di Rakhine State, RS terbesar di sana," kata Jokowi.

Menurutnya, sekadar kecaman dan pernyataan keras tak akan menyelesaikan persoalan yang dihadapi etnis Rohingya tersebut. Rohingya membutuhkan bantuan nyata.

"Karena itu sebetulnya yang dibutuhkan. Bukan kecaman-kecaman atau pernyataan-pernyataan yang keras, tidak menyelesaikan masalah. Alhamdulillah hanya pemerintah Indonesia yang diberikan ruang untuk bisa masuk ke lokasi kejadian di Myanmar itu," katanya.

Dikatakan Jokowi, pemerintah Indonesia masih akan mengirimkan bantuan bagi etnis Rohingya di Myanmar. Sebab, dia melihat bantuan itu sudah sangat mendesak dibutuhkan Rohingya.

"Kita antarkan langsung ke lokasi pengungsi, meskipun dari airport di sana ke lokasi pengungsi membutuhkan waktu (perjalanan) darat 6-7 jam lagi di Bangladesh. Memang perbatasan Myanmar dan Bangladesh sangat berat, kalau pakai kontainer kemarin bisa sampai 2-3 minggu baru barang-barang sampai. Sehingga karena ini kebutuhan mendesak, maka tadi pagi kita kirimkan melalui pesawat," jelasnya.

"Insyaallah minggu depan kita kirimkan lagi, minggu depannya kita kirimkan lagi, karena kita mendengar keadaan lapangan sangat membutuhkan, terutama makanan, obat-obatan, makanan siap saji, tenda-tenda yang sangat kurang di lapangan," tambahnya.

Sementara itu, Jokowi meminta masukan kepada para ulama soal tindakan yang harus dia lakukan agar masyarakat, ulama, dan pemerintah bisa tetap berjalan beriringan.

"Saya mohon masukan Pak Kiai, ulama, untuk pemerintah agar dilihat juga oleh masyarakat antara ulama dan umara ini bisa berjalan beriringan terus. Saya kira ini sangat baik apabila masukan-masukan ini bisa kita pakai dalam membuat kebijakan," katanya. (dtc/mfb)

Komentar