Kasus Suap Rolls-Royce: Garuda Indonesia "Aman"

Sabtu, 21 Januari 2017, 15:01:00 WIB - Hukum

Ketua Komisi Pemberantasan korupsi Agus Rahardjo bersama dengan Pimpinan KPK Laode M Syarif dan Juru Bicara KPK Febri Diansyah memberikan keterangan terkait penetapan Mantan Dirut Garuda Emirsyah Satar sebagai tersangka, Kamis (19/1). (Edy Susanto/Gresnews.com)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memastikan tidak ada keterlibatan PT Garuda Indonesia selaku korporasi dalam kasus korupsi yang dilakukan mantan Direktur Utama Garuda Emirsyah Satar. Meskipun perkara tersebut berkaitan dengan proses pembelian mesin pesawat dari Rolls-Royce untuk Garuda.

Wakil Ketua KPK Laode Muhamad Syarif justru berterima kasih atas sikap kooperatif yang dilakukan Garuda Indonesia dalam penanganan perkara itu. Syarif mengaku perusahaan tersebut membantu KPK memberikan informasi yang dibutuhkan untuk memperkuat alat bukti bagi penyidik.

'Untuk pihak Garuda terus terang kami berterima kasih mereka sangat kooperatif memberikan banyak informasi yang kami mintakan,' kata Syarif di kantornya, Jumat (20/1).

Pernyataan Syarif ini mengindikasikan bahwa lembaga antirasuah tidak akan menyentuh PT Garuda Indonesia sebagai korporasi dalam kasus ini. Saat konferensi pers atas penetapan Emirsyah sebagai tersangka, Syarif mengatakan kasus ini menjadi tanggung jawab Emirsyah secara pribadi bukan korporasi.



'Kenapa kita tidak bisa implementasikan pidana korporasi kepada Garuda karena yang dapat untung itu pribadi,' terang Syarif.

Hal senada dikatakan Ketua KPK Agus Rahardjo. Agus berharap kasus ini tidak akan berdampak negatif bagi PT Garuda Indonesia. Senada dengan koleganya, Agus menegaskan jika perkara ini bersifat pribadi dan bukan menyangkut korporasi.

'Berharap kasus ini tidak berikan dampak negatif pada Garuda, Flight Carrier harus dijaga karena sudah baik dari bidang internasional. Ini kasus pribadi, kami trima kasih manajemen membantu. Pesan tidak ada dampak kepada Garuda, dapat disebarkan ke pelanggan Garuda,' terang Agus.

Baca selanjutnya: 1 2 3

Komentar