Serangan Balik Setya Novanto

Kamis, 09 November 2017, 12:34:00 WIB - Hukum

Ketua DPR Setya Novanto meninggalkan ruang sidang seusai bersaksi dalam sidang kasus korupsi KTP elektronik (KTP-el) dengan terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (3/11).(ANTARA)


JAKARTA, GRESNEWS.COM - Pergulatan sengit antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Setya Novanto terus berlanjut. Setelah KPK mengeluarkan sprindik untuk menetapkan kembali Ketua DPR ini sebagai tersangka. Setya sepertinya tak tinggal diam. Melalui kuasa hukumnya Setya melancarkan "serangan balik" ke Pimpinan KPK, dengan melaporkan dua pimpinan KPK ke Polisi.

Ancaman tersebut telah jauh-jauh hari disampaikan kuasa hukum Setya, Fredrich Yunadi . "Saya sudah bilang berulang kali, coba sentuh (Novanto) saya hajar. Maksudnya bukan hajar gimana ya, hajar itu secara hukum saya lapor polisi. Polisi kita hebat kok. Kita kan hukum yang kita jalankan," ujar Fredrich di kantornya, Jalan Iskandar Muda, Jakarta Selatan, Selasa (7/11).

Ancaman tersebut pun benar-benar di wujudkan Fredrich dengan melaporkan pimpinan KPK ke Bareskrim, bahkan sebelum KPK benar-benar menetapkan Setya sebagai tersangka kedua kalinya dalam kasus korupsi proyek KTP elektronik. Laporan tersebut dilayangkan pada 9 Oktober, begitu mengetahui KPK masih mencekal Ketua Umu Partai Golkar itu, kendati praperadilan atas penetapan Setya sebagai tersangka di kabulkan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Pelaporan terhadap Ketua KPK Agus Raharjo dan Saut Situmorang ini dilayangkan oleh Sandy Kurniawan yang juga anggota tim pengacara Novanto dengan nomor LP/1028/X/2017/Bareskrim. Kedua pimpinan KPK itu dilaporkan atas dugaan tindak pidana membuat surat palsu atau memalsukan surat dan menggunakan surat palsu serta menyalahgunakan wewenang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 263 KUHP jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dan/atau Pasal 421 KUHP.



Belakangan Fredrich mengklaim laporannya terhadap Agus dan Saut sudah naik ke tingkat penyidikan. Fredrich juga menunjukkan surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) atas nama terlapor pimpinan KPK Agus dan Saut .

Baca selanjutnya: 1 2

Komentar