Ingatan Masyarakat Tentang Aburizal Bakrie Adalah Lumpur Lapindo
Namun di satu sisi kasus lumpur Lapindo ini dipercaya akan tetap menjadi beban sejarah bagi Ical jika nantinya ikut bertarung di Pilpres 2014. Ingatan masyarakat yang menjadi korban dari luapan lumpur Lapindo maupun bukan, kadung melekat pada Grup Bakrie milik Ical yang dianggap menjadi penyebab bencana itu.
JAKARTA, GRESNEWS.COM - Putusan kontroversial Mahkamah Konstitusi (MK) terkait masalah ganti rugi dampak lumpur Lapindo, di satu sisi boleh jadi membuat lega sang pemilik Lapindo yaitu calon presiden dari Partai Golkar Aburizal Bakrie. Maklum usai putusan itu, tanggung jawab ganti rugi akibat lumpur Lapindo di area terdampak mendadak jadi urusan negara.
Entah nantinya negara yang memaksa pihak Lapindo untuk melaksanakan kewajibannya atau negara benar-benar menanggung kerugian itu, masih menjadi perdebatan. Namun di satu sisi kasus lumpur Lapindo ini dipercaya akan tetap menjadi beban sejarah bagi Ical jika nantinya ikut bertarung pada Pilpres 2014. Ingatan masyarakat yang menjadi korban dari luapan lumpur Lapindo maupun bukan, kadung melekat pada Grup Bakrie milik Ical yang dianggap menjadi penyebab bencana itu.
Hal ini dipercaya akan berpengaruh terhadap elektabilitas Ical sebagai capres. Dosen Ilmu Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta Ahmad Bakir Ihsan menilai kasus lumpur Lapindo tentunya akan berdampak terhadap elektabilitas Ical di mata masyarakat. Meskipun MK telah memberikan putusan tersebut tentunya putusan tersebut masih dibebankan kepada masyarakat. Kemudian masyarakat juga dapat melihat sejauh mana penanganan bencana lumpur Lapindo dapat diselesaikan oleh negara karena masyarakat disana hanya mengetahui perusahaan Lapindo adalah milik ARB.
Walaupun kemungkinan nantinya kerugian dari lumpur Lapindo akan diambil alih oleh negara tetapi yang diketahui masyarakat bencana lumpur tersebut terjadi karena dampak proses pengeboran minyak bumi yang menyalahi prosedur dan memiliki dampak langsung kepada masyarakat. "Saya kira akan berdampak pada elektabilitas ARB," kata Ahmad kepada Gresnews.com, Jakarta, Sabtu (29/3).
Menurutnya, capres merupakan posisi tertinggi dalam sebuah proses politik di sebuah negara karena itu berbagai isu terkait capres dapat terekam dengan mudah oleh masyarakat dan dampaknya akan sangat sensitif bagi masyarakat. Oleh karena itu, Ahmad menilai tentunya masyarakat kembali akan memilih capres yang paling sedikit bertindak negatif di masyarakat. "Karena capres yang akan menentukan perjalanan lima tahun kedepan bagi republik ini," kata Ahmad.
Itu baru soal Lapindo, belum lagi jika ikut menghitung video Ical bersama artis Marcella Zalianty dan Olivia Zalianty tengah berjalan-jalan ke Maladewa. Kasus ini dinilai juga akan semakin membenamkan elektabilitas Ical. "Artinya fenomena-fenomena beban historis ARB akan merugikan dan mengurangi elektabilitas ARB sebagai capres," kata Ahmad.
Namun Direktur Lembaga Survei Nasional Umar S Bakry mempunyai pendapat berbeda. Dia bilang masyarakat tidak bisa menyalahkan bencana lumpur Lapindo kepada Bakrie karena bencana tersebut merupakan kategori bencana alam. Menurutnya bencana alam merupakan tanggung jawab negara. "Saya kira siapa saja mengekplorasi di situ akan bernasib sama dengan Lapindo," kata Umar kepada Gresnews.com, Jakarta, Sabtu (29/3).
Di satu sisi Umar mengakui di tengah-tengah situasi pemilu saat ini, tentunya masyarakat akan mengaitkan capres dengan isu tertentu. Dalam hal ini, Ical bisa saja diserang lewat isu lumpur Lapindo. Namun, kata, Umar, cara-cara seperti itu tidaklah adil dalam berkompetisi untuk memenangkan Pemilu 2014. Dia meminta masyarakat untuk obyektif dalam menilai masing-masing capres.
